Jumat, 24 Juli 2009

lovely guy

2 bulan yang lalu, dia dateng. Bawain gue 2 temen baru yang lucu-lucu yang selalu gue peluk sebelum tidur. Suka banget, sama apa yang dia kasih.

2 bulan yang lalu, dia ngembaliin jaket gue yang udah lama banget ga dicuci. Pertamanya, emang merasa biasa dengan jaket itu tapi lama-lama gue suka sama baunya. Gue bawa pas tidur, dijadiin buat alas bantal gue.

1 bulan yang lalu, gue sempet mau break sama dia cuman gara-gara masalah sepele yang bener-bener ngerasa nyesek banget. Gue sampe kaget banget, itu yang pertama kali semenjak 18bulan ini.

1 bulan yang lalu, gue liburan semester dua. Ga ada rencana buat liburan waktu itu, soalnya gue harus nyiapin sesuatu yang important banget. Jadi, gue abisin liburan tiap hari sama dia. Siang pergi sore pulang, dari main capsa, main badminton, beli minum ke terbit, ngenet, lama-lamaan tahan nafas, ngegambar rumah, main sama adik gue, nemenin dia nyuci mobil, makan dipinggir jalan, naik delman, keabisan duit, ngantuk dan sebagainya :)

3 minggu yang lalu, dia dinner sama keluarga gue. It was the first time. Ini yang paling berkesan menurut kita.

Seminggu yang lalu, akhirnya gue jadi anak kelas tiga. Emang berat, tapi walaupun gue sekolah gue tetep ketemu dia tiap hari, cuman bolong dua hari.

8 jam yang lalu, gue ketemu dia untuk terakhir kalinya dibulan ini. Dia pergi ke bandung ga tau untuk waktu berapa hari buat ospek jurusan. Dan itu akhir dari liburan panjang dia. Rasanya baru kemaren dia jemput gue sekolah dan bawain kantong gede yang isinya itu pake bonus tempat kacamata. Semuanya telalu cepat, gue pengen balik ke 2 bulan yang lalu atau 1 bulan yang lalu atau 3 minggu yang lalu atau 1 minggu yang lalu atau 8 jam yang lalu itu gapapa. Gue ga bosen, malah nunggu-nunggu buat ketemu dia. Gue seneng. Tiap hari gue bisa ketawa-ketawa bareng dia, ngomong segala macem yang ga penting. Gue bahagia bisa tiap hari selama tiga bulan sama dia. Terimakasih

Sekarang, gue ga takut God will. Aku sayang kamu banget !!!

DCEP

Minggu, 12 Juli 2009

Sahabatku

Aku mempunyai seorang sahabat, dia sangat baik hati. Kita berteman sejak kami masih duduk di kelas 1 SD. Dari kecil, kami selalu bermain bersama. Banyak kenangan yang kita ukir disana dan banyak pengalaman-pengalaman menarik yang kita lewati .

Sudah saatnya kami beranjak remaja, kami masih sering bermain bersama, walaupun tak seakrab dulu karena sekarang kami tidak satu kelas lagi. Tapi aku dan sahabatku sangat senang dapat masuk di SMP yang kami impikan sejak kecil.

Rasanya senang sekali, saat kami kelas 2 SMP. Kami sekelas dan kami sering bersama seperti sejak kami kecil dulu. Mengerjakan tugas bersama, les bersama, bercanda, dan mungkin itu baru sebgian kecil dari semua kebahagian yang kami rasakan.

Teman-teman sering sekali berbicara, kami berdua adalah pasangan yang sangat serasi untuk upacara adat saat perpisahan kelas tiga nanti. Dari situ aku baru menyadari, bahwa sahabatku adalah laki-laki yang sangat tampan dan mempunyai kepribadian yang sangat menarik. Jika ditanya tentang pelajaran pasti aku yang menang, tapi jika tentang dunia entertaiment, aku kalah besar. Ya ! dia sering berprestasi dalam bidang itu, aku bangga mempunyai sahabat seperti dia.

Tidak terasa, aku dan sahabatku beberapa minggu lagi akan menghadapi ulangan semester kelas tiga. Ya! Kami sekarang sudah harus mempersiapkan diri untuk mengahadapi UAN. Tapi kami menghadapi dengan sangat santai. Apalagi sahabatku, dia sering izin tidak masuk sekolah untuk mengikuti beberapa casting.

Sudah beberapa hari aku tidak beretemu dengannya. Ada yang bilang, dia akan mengikuti beberapa casting iklan, aku sangat mendukung karirnya. Dulu dia pernah berkata bahwa SMA nanti dia akan pindah ke ibu kota. Dia akan pindah ke Jakarta, aku kecewa mendengarnya tapi aku yakin disana dia akan melanjutkan bakatnya lebih baik.

Tapi bukan itu akhir dari cerita kami. Aku tak mengerti, hari itu dia sangatlah baik pada semua orang, ramah, santun dan tidak ada kenakalan yang membuat orang jengkel. Tapi aku merasa ada yang aneh dari sikap dia. Dia yang sangat periang tiba-tiba menjadi sering merenung dan pendiam.

Sore hari tiba, aku belajar bersama teman-temanku. Ada seseorang temanku yang memberi tahu bahwa ada yang kecelakan di dekat rumahnya. Sangatlah prihatin mendengar berita itu dan pada saat itu aku berharap itu bukan salah satu dari keluargaku atau temanku.

Telfon genggamku berdering, ternyata Teguh menelefonku. Aku kaget karena dia tidak terlalu dekat denganku. Ternyata dia memberikan kabar bahwa Imam kecelakaan. Ya! Sahabatku Imam dia kecelakan. Saat itu aku sangat panik dan langsung aku menelefon teman-temanku. Anjar yang pertama kali aku hubungi. Dia sangat kaget mendengarnya, dia langsung menelefon keluarga Imam dan sekarang sahabatku itu sudah terbaring lemah diRumah Sakit. Ayah dan ibu menenangkan pikiran ku dan menyuruhku untuk menengoknya besok pagi, karena hari sudah terlalu malam.

Aku terbangun dari tidurku yang tak nyenyak. Satu pesan dalam telefon genggamku, aku keget ! aku tak percaya ! “Imam udah ga ada, imam meninggal” Apa? Aku tak percaya dengan isi pesan itu. Tidak mungkin, apakah aku sedang bermimpi ? mimpi buruk yang membuat otakku rusak ! Ibuku, menelfon rumah Imam untuk menanyakan bagaiman keadaan nya! Yaa ! Imam sudah tiada .

Ingin aku terbangun dari mimpi ini, ini mimpi buruk ! aku tak percaya semuanya, tetesan air mata sudah membasahi pipiku dan teman-temanku. Aku sudah tak memikirkan apapun kecuali, dimana Imam ?. Hari itu aku tidak masuk sekolah, aku dan teman-temanku semuanya pergi ke rumah Imam. Hanya tangisan saja yang menemani perjalanan kita kesana .

Tangisan dan teriakan menyertai hari itu, 7 November 2006 yang tidak pernah akan kita lupakan. Kami semua seperti orang gila yang lepas kendali. Menangis, air mata kami tidak berhenti ketika melihat Imam sudah dibalut oleh kain kafan. Ya Allah ! Imam sudah pergi, dan semuanya langsung kabur,lebur, dan runtuh. Siang langsung berubah jadi malam, dimana ribuan bintangnya kehilangan cahaya. Gelap sepenuhnya, gelap tanpa harapan apapun.

Ya Allah ! apakah ini hanya sebuah sandiwara yang tidak lucu? ataukah mimpi buruk yang sangat panjang ? hatiku ku luluh ketika tanah makam itu sudah mengubur jasad sahabatku. Aku terlalu menikmati mimpi buruk itu.

Siang itu terasa sepi, semua terpaku melihat tanah yang sudah menguburnya. Imamku sudah pergi ke nirwana, sahabatku sudah tiada, seseorang yang aku banggakan sudah pergi dan tidak mungkin kembali, tidak ada lagi yang menggangguku pasa saat istirahat, tidak ada lagi yang memberikan senyuman dipagi hari, tidak ada lagi yang datang kerumah ku malam hari hanya untuk menyontek tugas sekolah, kenakalan yang membuat jengkel menjadi rasa kangen yang sangat, dan semuanya sudah sirna bersama air mata.




Love, Anisa Saraswati