aku yang peka, hatiku peka, telingaku peka, tetapi mulutku tetap membisu. Hati terlalu dalam untuk mencintaimu hingga gelap,terang, tak ada bayangan. Tapi aku masih mempertanyakan hal itu ? Dia bukan manusia yang peka untuk orang seperti aku. Barusan aku bersyukur dan mengeluh, barusan Tuhan memeluk dan melepaskan mimpiku.
PS : sebagian dari diriku yg tidak lain adalah aku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar