Minggu, 30 Agustus 2009

Dreamer

Fleksibel dan Konsisten. Dual hal yang bertolak belakang ini mungkin penjabaran kecil dari sebuah harapan. Adanya suatu kedinamisan dan kestatisan dari sebuah harapan membuat saya terlalu lama menelaah dan sulit untuk berpijak akan disimpan saja atau dicapai. Karena tak sedikit harapan-harapan itu bertolak belakang dengan kehidupan sebenarnya. Otomatis saya selalu menjadi seorang pengkhayal ketika diam dan tidak bergerak.

Bayangan-bayangan harapan itu selalu berubah ketika ada yang berbicara dan pergi ketika ada yang menekan untuk pergi. Hal-hal ini seharusnya perlu ditimbang hingga membuat neraca tidak berat sebelah, membuat tidak ada yang tersakiti dan membuat tidak banyak persepsi yang muncul ketika semua itu terwujud. Berharaplah seluas-luasnya dengan dibatasi dengan keharmonisan logika dan perasaan.

Tak jarang orang berdoa agar matahari terlambat datang. Sebagian dari mereka merasa ingin keluar dari suatu masalah dan sebagian lagi malah ingin menikamati masalah itu. Ini menjadi suatu dilema bagi saya yang selalu rumit memikirkan masalah yang datang dan pergi. Hingga sayapun menjadi bagian dari orang-orang yang berdoa itu.

Kado-kado istimewa yang setiap hari saya dapat adalah ketika saya membuka satu per satu status-status dan notes-notes setiap teman di facebook, menambah folder-folder berbagai pandangan orang, berbagai keinginan orang, harapan-harapan dan cita-cita setiap individu. Semua itu bisa saja mengusik berbagai pandangan saya, keinginan, harapan, dan cita-cita saya. Seringkali dikamar tidur saya hanya dihabiskan oleh merenung, mencaci, menyanjung, memuji, menggambarkan berbagai persepsi, menangis, dan bermimpi.

Saya ingin bebas untuk mencintai tanpa perlu ada suatu hal yang mengusik. Bertemu dengan banyak orang yang bisa menerima saya apa adanya, melindungi, mengasihi, dan tidak menghambat untuk saya melangkah. Membuat orang-orang disekitar rumah, sekolah, dan lingkungan manapun nyaman dan tenang. Bebas mengeluarkan pendapat dimanapun dan kepada siapapun. Menghilangkan sifat kejenuhan saya terhadap suatu hal. Menutupi rasa sakit, sedih, pilu ketika berada ditengah-tengah orang-orang yang sedang berbahagia. Memberikan senyuman dan tidak lagi memberikan kerutan dikening. Berusaha lebih optimis dan tidak terlalu percaya kepada diri atau orang yang terlalu dikasihi. Memandang orang dengan sisi positif. Menjadi orang yang lebih kuat. Melindungi potensi yang tinggi di sekitar. Memulai untuk membuka toko es krim dan pet shop secara berdampingan. Membuka taman kanak-kanak untuk seluruh kalangan. Membuat rumah dengan desain sendiri. Berbagi cerita dengan semua orang, mendengarkan, menerima setiap keluh kesah orang. Berbicara empat mata dengan adik saya, dengan serius, kasih sayang sehingga saya bisa membuatnya bahagia. Bersatu kembali bersama teman-teman, hidup berdampingan, tanpa perlu ada kesirikan, pertengkaran, ego yang kuat atau sesuatu yang membuat kita terpisah menjadi orang lain. Membuat orang tua tersenyum tanpa beban melihat saya menjadi seseorang. Menghilangkan pikiran negatif setiap orang khususnya pikiran saya ini. Berusaha untuk tidak menjadi egois dan manja. Mengubah dunia menjadi damai untuk dipijak. Membersihkan diri dari jiwa yang kotor ini. Mempunyai hati nurani Islam yang ikhlas hingga mata ini tertutup untuk selama-lamanya.

Semua harapan itu saya selipkan disetiap doa. Hingga semua terwujud, siang tidak berubah menjadi gelap, bintang tidak kehilangan cahanya, drama-drama hilang, oksigen tetap dinikmati, energi matahari dapat terus terpancar, auksin-auksin dapat terus bekerja, semua makhluk hidup dan bumi dapat bersatu hidup dengan damai dan tersenyum hingga kiamat datang. Semoga semua itu bisa terwujud dengan keharmonisan logika dan perasaan.

Tidak ada komentar: