Sabtu, 26 September 2009

Mereka ada

Ada yang tiada. Ada yang selalu. Menjadi sebuah alunan kisah klasik sekelompok Kurcaci yang tumbuh bersama. Mempunyai cita-cita sejuta kata. Menempuh semuanya dan belajar.

Mereka membuatku menangis
Mereka membuatku tertawa
Mereka membuatku tersenyum
Mereka membuatku bahagia
Mereka membuatku bertanya
Mereka membuatku mengenal
Mereka membuatku rindu
Mereka membuatku belajar
Mereka membuatku menyapa
Mereka membuatku sayang
Mereka membuatku ada.





Sesal seorang Insan

Sudah beberapa tahun rupanya, malah mungkin lebih dari yang kuperkirakan. Aku menjadi jiwa yang lain, menari diatas tangisan, bersembunyi ditengah keriangan.

Kemana angin ini akan membawa aku ? Sepertinya atom yang sangat kecil saja kalah dengan masa jenisku. Sampai-sampai aku harus dibawa angin pergi sangat cepat dan jauh.

Wahai Peri, mungkinkah aku menjadi seorang pengkhayal hingga aku mati nanti ? kutuk aku menjadi seorang pemimpi. Tongkatmu itu akan bermanfaat bagiku, sayapmu akan membawa aku ke tempat dimana aku harus ada.

Hanya sesal, dan aku telat menyadari. Aku terisak menangis lagi dan lagi. Karena sekarang aku berada di lorong sangat panjang dan pengap. Aku harus mencari pintu keluar atau setidaknya ventilasi udara. Agar aku bisa bernafas lagi.

Tapi, aku tidak mencarinya. Malah aku terbuai, ingin berlama-lama dalam lorong itu. Menikmati indahnya kegelapan, kesesakan, ketakutan dan kesepian. Ternyata, peri itu tidak mengabulkan permintaanku. Yang ada, dia menemaniku, disampingku, menikamati setiap khayalan itu.

Kamis, 17 September 2009

Worst

Peraturan dibuat, untuk ditaati. Bukan untuk dilanggar loh, but let's see

Gini lah kerjaan beberapa orang Indonesia yang suka "ga sengaja" parkir di tempat yang udah jelas-jelas ada rambu-rambu DILARANG PARKIR. Kayaknya orang yang naik mobil itu bikin SIM nya nembak deh ga lewat test dulu. Kacau ! Tapi buat yang pada nembak bikin SIMnya mending pergi ke toko buku buat beli buku rambu-rambu lalu lintas, oke ? Oia, Selamat ya yang mobilnya sudah masuk internet :)

Selasa, 08 September 2009

Percakapan antara Tuhan dan Malaikat

Ketika Tuhan menciptakan wanita, DIA lembur pada hari ke-enam. Malaikat datang dan bertanya,





Malaikat : “Mengapa begitu lama, Tuhan?”

Tuhan : “Sudahkan engkau lihat semua detail yang saya buat untuk menciptakan mereka?Dua tangan ini harus bisa dibereskan, tetapi bahannya bukan dari plastik. Setidaknya terdiri dari 200 bagian yang bisa digerakkan dan berfungsi baik untuk segala jenis makanan. Mampu menjaga banyak anak saat yang bersamaan. Punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan…., dan semua dilakukannya cukup dengan dua tangan ini.”



Malaikat pun takjub.



Malaikat : “Hanya dengan dua tangan?…. impossible!! Dan itu model standard?! Sudahla Tuhan, cukup dulu untuk hari ini, besok kita lanjutkan lagi untuk menyempurnakannya.”

Tuhan : “Oh… Tidak, aku akan menyelesaikan ciptaan ini, karena ini adalah ciptaan favorit saya. O ya…. Dia juga akan mampu menyembuhkan dirinya sendiri, dan bisa bekerja 18 jam sehari.”



Malaikat mendekat dan mengamati bentuk wanita ciptaan TUHAN itu.



Malaikat : “Tapi ENGKAU membuatnya begitu lembut TUHAN ?”

Tuhan : “Yah.. SAYA membuatnya lembut. Tapi ENGKAU belum bisa bayangkan kekuatan yang SAYA berikan agar mereka dapat mengatasi banyak hal yang luar biasa.”

Malaikat : “Dia bisa berpikir?”

Tuhan : “Tidak hanya berpikir, dia mampu bernegosiasi.”



Malaikat itu menyentuh dagunya….



Malaikat : “TUHAN, ENGKAU buat ciptaan ini kelihatan lelah & rapuh! Seolah terlalu banyak beban baginya.”

Tuhan : “Itu bukan lelah atau rapuh….itu air mata.”

Malaikat : “Untuk apa?”



TUHAN melanjutkan….



Tuhan : “Air mata adalah salah satu cara dia mengekspressikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan.”

Malaikat : “Luar biasa, ENGKAU jenius TUHAN. ENGKAU memikirkan segala sesuatunya, wanita ciptaanMU ini akan sungguh menakjubkan!”

Tuhan : “Ya pastii…! Wanita ini akan mempunyai kekuatan mempesona laki-laki. Dia dapat mengatasi beban bahkan melebihi laki-laki. Dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri. Dia mampu tersenyum bahkan saat hatinya menjerit. Mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan. Dia berkorban demi orang yang dicintainya. Mampu berdiri melawan ketidakadilan. Dia tidak menolak kalau melihat yang lebih baik. Dia menerjunkan dirinya untuk keluarganya. Dia membawa temannya yang sakit untuk berobat. CINTANYA TANPA SYARAT. Dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang. Dia girang dan bersorak saat melihat kawannya tertawa. Dia begitu bahagia mendengar kelahiran. Hatinya begitu sedih mendengar berita sakit dan kematian. Tetapi dia selalu punya kekuatan untuk mengatasi hidup. Dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.

Hanya ada satu hal yang kurang dari wanita, DIA LUPA BETAPA BERHARGANYA DIRINYA…

Jumat, 04 September 2009

Strange Friday

Lagi -lagi hari jumat. Gue lupa ini udah hari jumat keberapa yang bikin emosi gue turun naik dan kayaknya ini unlucky day banget buat gue. Tiap hari gue berdoa supaya hari yang gue lewatin lancar dan semua bisa terselesaikan. Tapi untuk hari jumat? gue nyerah. Udah beberapa kali gue cerita ke setiap orang dan mereka cuman jawab "Woy, itu cuman sugesti anda !!". Oke, gue terima. Ada yang bilang "tolong buat semua hari lebih baik jangan suka negatif sama hari jumat." Tapi emang itu yang gue rasain dari mulai gue kecil .

SD SMP
Gue emang sering banget sakit sampe sekarang. Dari yang cuman flu doang sampe yang akut banget. Udah beberapa kali kena penyakit lambung, sampe-sampe jam 2 malem pergi ke rumah sakit gara-gara emang ga bisa nahan banget. Sering juga gue pulang dari sekolah gara-gara penyakit gue itu. Dan itu terjadi setiap hari Jumat. Gue mulai benci sama hari jumat sejak itu. Setiap pulang sekolah hari jumat pasti ngerasa badan gue anget, kepala pusing atau semacamnyalah. Padahl cuman 4 jam gue sekolah dan ga ada pelajaran olahraga atau pelajaran yang bikin stress.

SMA
Setelah gue masuk SMA masalah jadi lebih kompleks, tiap hari kayaknya ada aja masalah. Gue jadi sering nangis.


Jumat, -Feb-09
Gue inget banget hari itu gue ga masuk sekolah gara-gara sakit. Yaudah namanya juga orang sakit, gue ga ada kerjaan, gue buka blog-blog orang. Satu blog yang bikin gue kaget. Bener-bener kaget. Gue ga mau bahas isi blog itu lagi. Yang jelas gue nangis. Gue kesel. Bingung, gue ga ada hak buat melarang tapi emang ada yang ga bisa jaga perasaan orang. Terimakasih telah membuat saya menjadi lebih mengenal anda. Gue salut sama lo.

Jumat, -Mei-09
Seharusnya hari itu menjadi hari paling bahagia buat gue. Terutama buat ayah ibu. Tapi gue ngerasa ga pantas. Gue ngerasa harus mundur dari hari itu dan gue nyesel udah lewatin hari itu. Gue nyesel udah milih hari itu. Efeknya sampe sekarang masih kerasa. Tiap kali gue jalan keliling sekolah, gue ngerasa berdosa, gue ngerasa bersalah sama sekolah gue. Tapi gara-gara hari itu juga gue ketemu sama orang-orang terhebat.

Jumat, -Mei-09, -Juni-09, -Agustus-09
Ada tiga hari jumat yang gue inget. Gue, Anjar, Andri. Selalu diem dulu di pos satpam atau di depan kantor sebelum pulang. Mereka selalu bikin gue nangis. Gue sedih udah jadi orang lain diantara temen-temen gue. Mereka kangen sama gue yang dulu. Tapi gue ga bisa balik lagi ke masa lalu. Gue juga kangen sama masa-masa kita barengan. Mereka selalu bantu gue buat ga jadi orang lain. Mereka yang dulu selalu ada buat gue dan gue yang sekarang ga ada buat mereka. Dan gue pengen balik lagi diantara mereka. Mereka yang selalu bikin gue ketawa, dengerin semua keluh kesah gue dan bikin gue jadi optimis.

Jumat, tolong gue pengen bersahabat sama lo. Stop buat bayang-bayangin gue !