Kuningan, 30 Desember 1992
Seorang ibu merintih menahan sakitnya hanya demi melahirkan seorang aku. Aku yang sembilan bulan dikandungnya tidak lebih hanya menyiksa, menendang-nendang perutnya. Hingga ia sering kesakitan. Padahal didalam sana aku berbaring nyaman diselimuti dengan air ketuban. Ayahku, hanya cemas menunggu. Cemas akan kelahiranku, cemas takut anak pertamanya akan terlahir untuk melihat dunia yang sedikit kejam tapi tak banyak indah. Dunia yang penuh sandiwara dan fiksi. Dan ayahku hanya terus berdoa agar aku tidak menjadi salah satu tokoh dalam sandiwara tersebut.
Rumahku tidak jauh dari rumah sakit, itu sebabnya ia tidak menginap di rumah sakit tapi bolak-balik rumah sakit rumah karena lebih nyaman di rumah. Jadi, aku bisa membayangkan bagaimana seorang ibu hamil tua menahan rasa sakit harus bolak-balik jalan kaki. Ahh aku sangat menyusahkan ibuku. Dan ternyata ibuku harus menahan sakit sekitar 15 jam lebih.
11.05 . Ibuku bisa bernafas lega, akhirnya bayi mungil yang selama ini dibawa kemana-mana dalam rahimnya bisa terlahir sempurna tanpa operasi dan tanpa cacat. Semua orang bersorak-sorai melihat kelahiran anak pertama ayah dan ibuku. Ayahku mengumandangi suara adzan dan komat di telingaku. Alhamdulilah aku terlahir sebagai seorang muslim. Dan ayahku berdoa kembali semoga aku bisa menjaga kemuslimanku hingga komat dan adzan dikumandangkan lagi di telingaku.
Kuningan, 30 Desember 2009
Sekarang, 17 tahun sudah aku beridiri diatas bumi ini. Banyak kisah klasik yang tak mungkin kulupakan begitu saja. Pahitnya duniaku hingga manisnya semua sudah terkumpul menjadi satu dalam diary kehidupanku. Keyakinanku untuk tetap terus menjalani hidup harus selalu dipacu dengan dorongan semua orang yang mengasihiku. Inilah umurku, inilah awal dari kedewasaanku, bukan berubah menjadi lebih dewasa tetapi harus bisa menjadi lebih dewasa. Lebih mengerti apa yang dimaksud dengan kamu,aku dan dia. Lebih paham tentang posisi atas, bawah, samping, tengah dan belakang. Lebih yakin dengan apa yang dipilih, memilih dan terpilih.
Allah sudah membukakan jalan ini untukku sangat lebar, dan aku harus memanfaatkannya hingga aku sampai tujuan tanpa harus tersasar salah jalan terlebih dahulu. Allah sudah membiarkan aku bernafas lega mencicipi pahit manisnya dunia ini. Semoga Allah selalu memeluk mimpiku dan mengabulkan semua mimpi-mimpiku. Amin
"Yang paling bahagia adalah membahagiakan orang-orang yang kita sayangi"
Love, Anisa Saraswati
1 komentar:
selamat ulang tahun
semoga semua yang diharapkan terwujud...
dhena
Posting Komentar